Tiga Air Terjun Tersembunyi di Pedalaman Kalimantan Utara, dari Krayan hingga Nunukan

Penulis: Redaksi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 21:58:01 WIB
Air terjun terindah di Kalimantan Utara. (Foto: NET)

KALTARA - Bagi Anda yang sudah jenuh dengan wisata pantai dan suasana perkotaan, beberapa air terjun di kawasan pedalaman Kalimantan Utara menyuguhkan pengalaman yang sangat berbeda.

Mayoritas destinasi ini terletak di wilayah pedalaman yang masih mempertahankan hutan tropis, perbukitan, sungai, serta bentang alam yang relatif belum banyak tersentuh.

Sebagai provinsi paling utara Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, daerah ini terkenal akan hutan hujan, pegunungan, sungai, pesisir, hingga keanekaragaman hayati yang menjadi modal utama pengembangan wisata alam.

Kondisi geografis semacam ini membuat perjalanan menuju sejumlah destinasi terasa seperti petualangan tersendiri — medan yang dilalui, udara hutan yang sejuk, gemericik sungai, bebatuan alami, serta keseharian warga setempat menjadi bagian pengalaman yang jarang ditemukan di tempat wisata populer.

Krayan di Kabupaten Nunukan menjadi salah satu kawasan yang menyita perhatian, wilayah perbatasan dengan lanskap pegunungan, lembah, persawahan, hutan, dan beragam objek wisata alam — bahkan dokumen perencanaan pariwisata Kabupaten Nunukan mencatat Air Terjun Pa'Remayo di Krayan sebagai objek wisata alam dengan tiga tingkatan.

Tiga Air Terjun Terindah di Pedalaman Kaltara

1. Air Terjun Pa'Remayo, Krayan

Terletak di Desa Pa'Betung, Kecamatan Krayan Induk, Kabupaten Nunukan, destinasi ini juga sering disebut Paramayo di berbagai pemberitaan. Dokumen resmi Kabupaten Nunukan mencatatnya sebagai objek wisata alam berupa air terjun tiga tingkat di kawasan Pa Belung, Krayan.

Letaknya yang di pedalaman menjadikan perjalanan menuju lokasi sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman — lanskap pegunungan dan hamparan hijau terlihat jelas sepanjang rute sebelum memasuki area yang lebih rimbun oleh hutan.

Aliran air mengalir melewati bebatuan besar yang membentuk karakter visual yang khas, meski medan berbatu menuntut kehati-hatian ekstra terutama saat basah oleh hujan. Keindahan Pa'Remayo ada pada kesan alaminya, bukan fasilitas modern — hutan, batu, aliran sungai, dan udara sejuk menjadi daya tarik utamanya, cocok untuk fotografi alam, trekking, maupun perjalanan yang mengutamakan ketenangan.

Karena kawasan pedalaman sering kali tidak memiliki warung, pusat informasi, atau tempat penyewaan perlengkapan, sebaiknya siapkan air minum, camilan, perlengkapan pribadi, dan alas kaki dengan daya cengkeram yang baik sebelum berangkat.

2. Air Terjun Semolon, Malinau

Berbeda dengan Pa'Remayo, Semolon yang berada di Desa Paking, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, memiliki karakter alam yang lebih istimewa. Pemerintah Kabupaten Malinau mencatat jaraknya sekitar 44 kilometer dari Kota Malinau dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam tergantung situasi perjalanan.

Fasilitas pendukung yang tersedia cukup memadai: jalan setapak, gazebo, jembatan gantung, ruang pertemuan, dan lapangan terbuka. Keunikannya terletak pada aliran air hangat yang melintasi batuan berundak menyerupai tangga alami, membentuk kolam-kolam kecil di setiap tingkatannya — sumber resmi pariwisata nasional juga mencatat karakter air panas alami dan batu bertingkat ini sebagai keunggulan utamanya.

Yang membuatnya semakin menarik, terdapat dua sumber air dengan karakter yang berbeda: sebagian terasa dingin, sementara sebagian lainnya mengalirkan air panas, menciptakan pemandangan yang jarang ditemui di air terjun pada umumnya. Jalur menuju lokasi melintasi hamparan hijau khas pedalaman, termasuk jalan darat yang berkelok dan penyeberangan sungai.

Air hangat Semolon sering dikaitkan dengan cerita masyarakat tentang manfaat kesehatan, meski klaim penyembuhan penyakit sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti diagnosis atau pengobatan medis. Hal yang bisa dinikmati dengan aman adalah berendam di air hangat alami, menghirup suasana hutan, dan menyaksikan formasi batu yang unik — sekaligus menjadi surga bagi penggemar fotografi lewat komposisi air yang mengalir di atas batu berundak, pepohonan hijau, dan kolam-kolam alami.

3. Air Terjun Binusan, Nunukan

Alternatif lain di Kabupaten Nunukan ini dikenal memiliki air yang jernih dengan lingkungan yang dikelilingi pepohonan. Sumber informasi pariwisata resmi menggambarkannya sebagai air terjun dengan suasana asri, aliran yang sejuk, dan lingkungan hijau yang mendukung aktivitas rekreasi maupun fotografi alam, lengkap dengan flora-fauna di sekitarnya yang menjadi bagian dari ekosistem setempat.

Daya tariknya justru muncul dari kesederhanaan lanskap — duduk di dekat aliran sungai, menikmati pemandangan pepohonan, mendengarkan suara air, atau mengabadikan suasana sudah cukup menyenangkan. Akses jalannya bahkan tercatat secara resmi: ruas Jalan Binusan–Air Terjun masuk dalam dokumen jaringan jalan kabupaten sebagai salah satu ruas jalan kabupaten.

Meski aksesnya tercatat, bukan berarti bebas dari tantangan — permukaan batu di sekitar air terjun bisa licin terutama setelah turun hujan, sehingga alas kaki antiselip menjadi perlengkapan penting dan aktivitas bermain air perlu dilakukan di bagian yang benar-benar aman tanpa arus kuat.

Krayan Menyimpan Lebih dari Satu Air Terjun

Potensi wisata alam Krayan tidak berhenti di Pa'Remayo. Dokumen strategis Kabupaten Nunukan mencatat sejumlah objek lain: Buduk Udan di Krayan Barat dengan karakter pegunungan dan vegetasi hutan, Giram Ulu Ating di Krayan Selatan yang berkaitan dengan susur sungai, serta Air Terjun Bendungan Pa'Upan juga di Krayan Selatan.

Keberagaman ini menunjukkan bahwa perjalanan ke Krayan bisa dikembangkan menjadi wisata berbasis lanskap, bukan sekadar kunjungan singkat ke satu titik. Kehidupan masyarakat perbatasan yang berdampingan dengan pegunungan dan hutan membuat perjalanan bisa dipadukan dengan mengenal keseharian warga, persawahan, kuliner lokal, hingga peninggalan budaya — cocok bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman yang lebih utuh, dengan air terjun sebagai bagian dari cerita, bukan satu-satunya tujuan.

Semolon, Pintu Masuk Lanskap Budaya Malinau

Air Terjun Semolon juga bisa menjadi gerbang untuk mengenal karakter Malinau yang lebih luas, kabupaten yang kaya akan budaya masyarakat adat dan kawasan hutan sebagai identitas daerahnya.

Desa Wisata Setulang menjadi salah satu contoh yang menarik, dikenal melalui rumah lamin khas Dayak Kenyah dan hutan adat yang dijaga oleh masyarakat, menawarkan pendekatan ekowisata yang menghubungkan budaya, hutan, pengetahuan lokal, dan kehidupan warga.

Ini menunjukkan bahwa wisata alam pedalaman Kaltara tidak harus berdiri sendiri — perjalanan menuju air terjun bisa menjadi kesempatan untuk mengenal tradisi, arsitektur, lingkungan, dan relasi masyarakat dengan hutan, pendekatan yang juga penting bagi wisata berkelanjutan seiring bertambahnya jumlah pengunjung dan kebutuhan untuk menjaga daya dukung lingkungan serta melibatkan masyarakat lokal.

Tips Aman Menjelajahi Air Terjun Pedalaman

Perjalanan ke air terjun Kalimantan Utara membutuhkan persiapan yang lebih matang dibanding wisata perkotaan — jarak, kondisi jalan, cuaca, medan, dan keterbatasan fasilitas perlu diperhitungkan sejak awal.

Cek prakiraan cuaca sebelum berangkat karena hujan deras bisa membuat jalur tanah licin sekaligus menaikkan debit sungai. Gunakan alas kaki yang sesuai — sepatu trekking atau sandal khusus alam dengan daya cengkeram yang baik lebih aman saat melewati tanah, akar, batu, dan jalur basah.

Bawalah air minum dan makanan yang cukup karena destinasi pedalaman sering tidak memiliki warung atau sumber air minum yang mudah diakses. Hindari perjalanan sendirian — rombongan kecil atau pendamping lokal sangat membantu jika terjadi kendala navigasi, kendaraan, atau medan.

Jangan menganggap kolam air otomatis aman untuk berenang — kedalaman, arus bawah, batu licin, dan perubahan debit bisa menjadi risiko yang sulit terlihat dari permukaan. Terapkan prinsip wisata bertanggung jawab: bawa kembali sampah, jangan merusak vegetasi, jangan mengganggu satwa, dan jaga fasilitas yang ada.

Pesona dari Perjalanan Panjang

Kalimantan Utara membuktikan bahwa destinasi alam tidak harus mudah dijangkau untuk memberikan pengalaman yang berkesan — justru perjalanan panjang ke pedalaman bisa menjadi bagian dari daya tariknya.

Pa'Remayo menawarkan air terjun bertingkat di lanskap Krayan, Semolon memadukan air hangat dan bebatuan berundak di tengah hutan, sementara Binusan menghadirkan air jernih dengan lingkungan hijau di Nunukan — ketiganya memperlihatkan variasi kekayaan alam Kalimantan Utara.

Alam yang masih alami, perjalanan yang mengesankan, dan rasa hormat terhadap lingkungan itulah inti dari pesona air terjun di pedalaman Kalimantan Utara.

Reporter: Redaksi
Back to top