TARAKAN — Kepala SMP Negeri 3 Kota Tarakan, Tri Junarto, menyebut raihan Juara Umum Jumbara PMR ke-8 sebagai hasil kerja kolektif seluruh pembimbing, guru, staf tata usaha, dan siswa. Ia menegaskan dominasi trofi di hampir semua kategori lahir dari persiapan yang melibatkan banyak pihak di lingkungan sekolah.
Sebagian besar anggota kontingen yang dikirim ke ajang tingkat kota ini merupakan peserta didik kelas 8. Komposisi itu membuat Tri berharap tradisi juara bisa diteruskan adik-adik kelas mereka di tahun-tahun berikutnya.
Kontingen SMPN 3 Tarakan menyapu gelar juara pertama di enam cabang perlombaan. Rinciannya: Pendidikan Remaja Sebaya (PRS), Donor Darah, Sejarah Kepalangmerahan, Siaga Bencana, Kepalangmerahan, serta Kebersihan dan Kerapian Tenda.
Tiga gelar Juara 2 diraih dari cabang Perawatan Keluarga, Lomba Masak, dan Senam Kreasi. Dari total sembilan materi yang diperlombakan, tidak ada satu pun kategori yang dilewati kontingen ini tanpa podium.
Jumbara PMR ke-8 yang diselenggarakan PMI Kota Tarakan Tahun 2026 dipusatkan di Wahana Persemaian, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat. Kegiatan ini diikuti seluruh sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di Kota Tarakan.
Perhelatan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai 17 hingga 19 September 2026. Selain lomba, kegiatan ini memuat materi kemanusiaan, kebersamaan, dan kedisiplinan yang menjadi bagian dari pembinaan PMR.
Tri Junarto menyatakan keikutsertaan siswa kelas 8 di Jumbara kali ini menjadi modal kaderisasi untuk kelas 7. Ia berharap semangat kepalangmerahan di sekolah terus terjaga setelah gelar Juara Umum 2026 diraih.
"Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan Jumbara ini rata-rata adalah kelas 8. Harapan saya ke depan, adik-adik kelas 7 nantinya dapat mengikuti jejak dan prestasi kakak-kakak kelasnya yang telah menorehkan gelar Juara Umum di tahun 2026 ini. Semoga kaderisasi dan semangat kepalangmerahan di SMPN 3 Tarakan terus terjaga," ujarnya.
Raihan ini sejalan dengan visi sekolah "Berkarakter, Berprestasi, Berwawasan & Peduli Lingkungan". Pembinaan potensi non-akademis, khususnya pembentukan jiwa sosial dan kepedulian antar sesama sejak dini, menjadi bagian dari pendekatan itu.
Tri juga mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing dan seluruh siswa yang berjuang di Jumbara tingkat kota. Menurutnya, dukungan penuh guru dan staf tata usaha menjadi faktor yang membuat siswa tampil maksimal.