PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur resmi memberikan tegangan pertama atau energize pada Trafo 2 berkapasitas 30 MVA di Gardu Induk 150 kV Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Proses energize berlangsung pada Selasa (29/9) pukul 22.59 WITA sebagai bagian dari penyelesaian proyek Extension 1 Trafo Bay. Penambahan kapasitas ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri di wilayah Satui dan sekitarnya.
TANAH BUMBU — Keberhasilan energize Trafo 2 GI 150 kV Satui menandai rampungnya salah satu tahap krusial dalam proyek Extension 1 Trafo Bay dan Trafo 30 MVA. Proyek yang dikerjakan PLN UIP Kalimantan Bagian Timur melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4) ini menyasar penguatan sistem kelistrikan di kawasan Satui dan wilayah sekitar.
Senior Manager Operasi Konstruksi I PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Qadri, menyebut penambahan kapasitas transformator sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas penyaluran tenaga listrik. Menurut dia, kehadiran trafo baru juga menekan potensi kelebihan beban pada trafo eksisting yang selama ini melayani pelanggan di Tanah Bumbu.
Aktivitas masyarakat dan industri di kawasan Satui terus bertambah. Qadri menilai pertumbuhan itu harus diimbangi infrastruktur kelistrikan yang memadai agar pasokan tidak terganggu.
"Peningkatan aktivitas masyarakat dan industri perlu diimbangi dengan infrastruktur kelistrikan yang memadai. Karena itu, pembangunan ini bukan sekadar penambahan peralatan, melainkan bagian dari upaya PLN menyiapkan sistem kelistrikan yang mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan listrik di wilayah tersebut," tambah Qadri.
Dia juga menempatkan energize Trafo 2 sebagai salah satu milestone penting PLN dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Selatan. Kapasitas tambahan 30 MVA diharapkan mendukung kebutuhan listrik yang terus meningkat di Tanah Bumbu dan sekitarnya.
Manager PLN UPP KLT 4, Ismail Hartanto Kartojo, menyatakan energize dapat terlaksana berkat rangkaian pekerjaan dan koordinasi intensif antarpihak. Aspek keselamatan dan mutu pekerjaan tetap menjadi prioritas selama proses berlangsung.
"Energize ini dapat terlaksana berkat kolaborasi seluruh tim yang terlibat, mulai dari tahap pelaksanaan pekerjaan hingga pengujian dan persiapan pengoperasian. Kami memastikan setiap tahapan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, mutu pekerjaan, serta pemenuhan standar teknis yang berlaku," ujar Ismail.
Sejumlah unit PLN terlibat dalam proyek ini, mulai dari PLN Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) UPMK II, PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif), PLN UPT Banjarbaru, PLN UP2B KSKT, PLN ULTG Batulicin, PLN UP3 Tanah Bumbu, hingga PLN UP2D KSKT. Pekerjaan juga didukung sinergi bersama pelaksana KSO Citra Bakti Persada–Iradat Aman Globalindo.
Ismail menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan PLN dan mitra kerja yang berkolaborasi hingga tahap pemberian tegangan pertama. Dia menegaskan semangat yang sama akan dijaga untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berikutnya.
"Terima kasih kepada seluruh insan PLN dan mitra kerja yang telah bekerja serta berkolaborasi hingga tahap pemberian tegangan pertama ini dapat terlaksana. Semangat yang sama akan terus kami jaga dalam menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung pertumbuhan daerah dan aktivitas ekonomi masyarakat," kata Ismail.
Dengan beroperasinya Trafo 2, sistem kelistrikan di Satui dan sekitarnya memiliki cadangan kapasitas lebih besar. Pasokan yang lebih andal dibutuhkan rumah tangga, pelaku UMKM, hingga industri yang menjadi penggerak ekonomi Kabupaten Tanah Bumbu.