KALIMANTAN UTARA — Microsoft menyertakan aplikasi bawaan untuk hampir semua kebutuhan di Windows, tapi sejumlah pengguna memilih menggantinya dengan alternatif open source. Alasannya beragam: lebih ringan, kontrol lebih besar, dan sejumlah fitur yang belum ada di aplikasi bawaan Microsoft. Berikut pengganti yang paling sering dipakai.
Windows menyertakan aplikasi bawaan untuk hampir setiap kebutuhan, mulai dari penjelajah file sampai pemutar media. Sejumlah pengguna memilih menggantinya dengan alternatif open source, bukan karena aplikasi Microsoft rusak, melainkan karena alternatif itu terasa lebih ringan dan lebih menghormati preferensi pengguna.
Pola penggantian ini biasanya dimulai dari satu aplikasi, lalu menyebar ke aplikasi lain begitu pengguna merasakan bedanya. Beberapa aplikasi open source bahkan menawarkan fitur yang belum ada di versi bawaan Windows.
Aplikasi open source umumnya dikembangkan komunitas, sehingga pembaruannya lebih sering dan arah pengembangannya lebih terbuka. Pengguna juga bisa memeriksa kode, memodifikasi, atau mematikan fitur yang tidak dibutuhkan.
Faktor lain adalah beban sistem. Sejumlah aplikasi bawaan Windows berjalan di latar belakang dan memakan memori, terutama di laptop dengan RAM 8 GB. Alternatif open source sering dirancang lebih hemat sumber daya.
Windows Explorer bawaan sudah memadai, tapi alternatif seperti Files menawarkan antarmuka bertab (tab) yang lebih rapi dan dukungan tema gelap yang konsisten. Explorer++ cocok untuk pengguna yang ingin tampilan klasik dengan tambahan tab dan penanda folder.
VLC menjadi pilihan paling umum karena mendukung hampir semua format audio dan video tanpa perlu memasang codec tambahan. Pemutar ini juga bisa memutar berkas yang rusak sebagian, memutar streaming jaringan, dan mengatur sinkronisasi subtitle secara manual.
GIMP menyediakan fitur setara editor profesional seperti lapisan, mask, dan filter lanjutan. Untuk kebutuhan lebih ringan, Paint.NET lebih cepat dibuka dan cukup untuk memotong, mengubah ukuran, serta mengoreksi warna dasar.
foobar2000 dikenal karena ringan dan bisa dikustomisasi lewat komponen tambahan. Pemutar ini mendukung format lossless seperti FLAC dan ALAC, serta bisa menampilkan lirik dan informasi berkas secara mendetail.
Sumatra PDF membuka dokumen jauh lebih cepat dibanding pembaca bawaan dan mendukung format e-book seperti EPUB dan MOBI. Ukurannya kecil dan tidak menampilkan iklan atau fitur yang tidak diperlukan.
Notepad++ menggantikan Notepad dengan tab, pencarian lanjutan, dukungan sintaks untuk banyak bahasa pemrograman, dan plugin. Cocok untuk pengguna yang sering mengedit berkas konfigurasi atau skrip.
OBS Studio menangani perekaman layar dan siaran langsung dengan kontrol adegan, sumber, dan audio yang detail. Aplikasi ini juga bisa menangkap jendela tertentu, bukan hanya seluruh layar.
Beberapa aplikasi open source tidak otomatis terdaftar sebagai program default. Pengguna perlu mengatur asosiasi berkas lewat menu Pengaturan agar dokumen terbuka di aplikasi baru.
Perlu diingat juga bahwa tidak semua pengganti lebih baik untuk setiap orang. Aplikasi bawaan Windows tetap praktis karena sudah terintegrasi dengan sistem, misalnya OneDrive dan Windows Search.
Bagi pengguna yang mengutamakan kontrol penuh atas perangkat dan tidak keberatan menyesuaikan pengaturan, aplikasi open source ini layak dicoba. Mulailah dari satu aplikasi yang paling sering dipakai, lalu tambah secara bertahap sesuai kebutuhan.