KALIMANTAN UTARA — Argentina menghajar Burkina Faso 0-7 pada laga uji coba di Estadio Monumental, Buenos Aires, Minggu (4/10/2026) pagi WIB. Kekalahan itu datang setelah Burkina Faso hanya tiba enam jam sebelum kickoff akibat konflik internal soal jadwal penerbangan dan bayaran pemain.
Burkina Faso datang ke Buenos Aires dengan kondisi kelelahan setelah menempuh perjalanan 11 jam dari Casablanca, Maroko. Mereka baru mendarat enam jam sebelum kickoff pukul 21.00 waktu setempat.
Argentina tampil tanpa Lionel Messi, tetapi tetap terlalu kuat untuk lawan yang diperkuat banyak pemain muda. Skor 0-7 menegaskan jurang kualitas antara juara dunia dengan tim yang datang setengah hati.
Keterlambatan Burkina Faso bukan semata soal jadwal penerbangan. Ada konflik internal di tubuh tim terkait bayaran pemain untuk laga tersebut.
Sejumlah pemain senior menolak terbang karena khawatir kelelahan jika dipaksa bermain, sehingga performa mereka tidak maksimal. Akibatnya, yang datang ke Argentina bukan tim senior, melainkan tim U-23.
Kondisi itu membuat Burkina Faso harus menghadapi pemain-pemain papan atas Argentina dalam keadaan fisik yang jauh dari ideal. Hasilnya bisa ditebak: gawang mereka bobol tujuh kali tanpa balasan.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memberi apresiasi kepada pemain Burkina Faso yang tetap mau bertanding meski menghadapi situasi sulit. Menurutnya, keputusan mereka layak dihormati.
"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya bagi mereka yang sudah datang jauh-jauh dari Burkina Faso," ujar Scaloni seperti dikutip Marca.
"Saya tidak tahu pasti apa