KALIMANTAN UTARA — Mesin empat silinder kerap dianggap kurang bertenaga untuk kelas supercar, tapi tujuh model ini membuktikan sebaliknya. Mulai dari ASA 1000 GT era 1960-an hingga Lotus Esprit, semuanya mengandalkan turbo dan sasis ringan untuk menandingi mobil bermesin V8. Berikut daftarnya, diurutkan dari yang paling tua.
Definisi supercar memang cair. Sebagian besar orang membayangkan mesin V8, V10, atau V12 di balik kabin, ditambah posisi mesin tengah dan teknologi canggih. Tapi sejarah mencatat sejumlah pengecualian yang tak bisa diabaikan.
Lexus LFA dan Mercedes-AMG SLS Black Series membuktikan supercar bisa bermesin depan. Ford GT 2017 menunjukkan V6 mampu menggantikan mesin dengan silinder lebih banyak. Kini giliran mesin empat silinder yang layak masuk pembicaraan.
Coupe sport mungil dari era 1960-an ini nyaris tak dikenal hari ini. Desainnya digarap Giorgetto Giugiaro, tapi asal-usulnya jauh lebih menarik: ASA 1000 GT berawal dari proyek Ferrari murah yang batal diproduksi.
Pada akhir 1950-an, Enzo Ferrari berencana membangun sports car entry-level bermesin sepertiga dari V12 Colombo legendarisnya. Rencana itu tak pernah terwujud. Perusahaan kecil Autocostruzioni Societa per Azioni, atau ASA, yang kemudian merealisasikannya.
ASA 1000 GT memakai sasis spaceframe berbalut bodi baja dan aluminium. Mesin inline-4 berkapasitas 1.032 cc disuplai dua karburator Weber sidedraft. Tenaganya sekitar 95 hp dengan torsi 75 pound-feet. Akselerasi 0-60 mph ditempuh dalam 13 detik, kecepatan puncak 113 mph.
Tenaga disalurkan lewat gearbox empat percepatan overdrive, sementara rem cakram Dunlop di keempat roda menangani pengereman. Di kabin, setir Nardi dan instrumen Jaeger memberi nuansa Ferrari. Ornamen kuda jingkrak makin memperkuat kesan itu.
Masalahnya harga. ASA 1000 GT dijual terlalu mahal, dan faktor itu yang akhirnya menenggelamkan perusahaan. Secara esensi, mobil ini menawarkan semua keistimewaan Ferrari era 60-an dalam paket mungil.
Nama Lotus Esprit sulit dilewatkan saat membahas supercar empat silinder. Mobil ini bertahan 28 tahun dengan dua lusin versi berbeda. Model awal 1976-1987 didesain Giugiaro, sedangkan versi 1987-2004 digarap Peter Stevens.
Performa model awal tergolong sederhana. Dengan 160 hp dan torsi 140 lb-ft, akselerasi 0-60 mph butuh 8,4 detik dan kecepatan puncak 124 mph.