JAKARTA — Rahmawati tampil mengenakan busana bermotif batik khas Bulungan yang dipadukan dengan topi khas Dayak. Penampilan tersebut memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas perajin Kalimantan Utara kepada masyarakat dari berbagai daerah yang hadir di JICC.
Parade Wastra menjadi salah satu rangkaian acara penutupan Kriyanusa 2026. Dari 32 peserta parade, penampilan Ketua Dekranasda Kaltara itu masuk dalam bagian yang mengangkat beragam wastra dan kriya dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kriyanusa 2026 Libatkan 257 Peserta dan 410 Stan
Kriyanusa 2026 mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia". Pameran menghadirkan 410 stan dengan 257 peserta yang terdiri dari Dekranas, Dekranasda, kementerian dan lembaga, serta pengusaha UMKM.
Rangkaian acara ditutup Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Tito menilai Indonesia punya potensi besar di sektor kerajinan yang perlu terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas, kreativitas, maupun pemanfaatannya untuk mendukung perekonomian.
"Potensi kerajinan Indonesia sangat besar. Karena itu, harus terus dikembangkan agar semakin bernilai dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Tito.
Ia mendorong pemerintah daerah bersama Dekranasda aktif menggali dan mengembangkan kerajinan khas daerah. Menurutnya, pengembangan kerajinan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan mendorong perekonomian daerah.
"Ragam kerajinan kita sangat banyak dan kreatif, mulai dari tenun, kain, songket, tas rotan hingga perhiasan," sambungnya.
Anyaman Rotan hingga Tenun Kaltara Diperkenalkan
Dekranasda Kaltara memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan sejumlah produk khas daerah. Produk yang ditampilkan mencakup anyaman rotan, singal, tenun, dan batik motif Kaltara.
Rahmawati menyebut pengembangan kriya daerah membutuhkan pembinaan dan kolaborasi berkelanjutan. Peningkatan kualitas produk, katanya, harus berjalan bersama upaya mempertahankan identitas budaya daerah.
"Perajin perlu terus dibina agar kualitas dan kreativitasnya meningkat. Dengan begitu, produk Kaltara bisa semakin dikenal dan bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Rahmawati.
Ia menambahkan, penguatan produk kriya dilakukan lewat peningkatan kualitas, inovasi desain, pemilihan bahan baku, hingga strategi pewarnaan. Langkah itu diharapkan menambah nilai produk sekaligus membuka peluang pasar lebih luas.
Promosi Lewat Stan Pameran dan Parade Wastra
Kehadiran Kaltara di Kriyanusa 2026 menjadi momentum memperkenalkan budaya dan kreativitas perajin Bumi Benuanta. Promosi tidak hanya lewat stan pameran, tetapi juga melalui Parade Wastra yang menampilkan identitas budaya daerah di hadapan pengunjung dari berbagai penjuru Indonesia.
Melalui keikutsertaan ini, Dekranasda Kaltara mendorong kriya dan wastra daerah tidak sekadar menjadi bagian pelestarian budaya. Produk tersebut diarahkan berkembang sebagai produk kreatif bernilai ekonomi yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri UMKM Maman Abdurahman beserta istri, Ketua Harian Dekranas Ny. Tri Tito Karnavian, serta anggota Seruni Kabinet Merah Putih.