KALIMANTAN UTARA — Sejumlah pembalap Moto2 dan Moto3 mengunjungi SD Negeri Dua Kuta di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, untuk berbagi edukasi soal dunia motorsport dan keselamatan berkendara menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kegiatan bertajuk Rider Goes to School ini menjadi bagian dari rangkaian agenda di luar lintasan Sirkuit Mandalika.
Mario Aji, Feda Ega Pratama, David Almansa, Manuel Gonzalez, dan Luca Lunetta termasuk di antara para rider yang turun langsung ke sekolah dasar. Mereka tidak hanya berbicara soal kecepatan, tetapi juga menekankan pentingnya disiplin dan keselamatan saat berkendara di jalan raya.
Kegiatan ini berlangsung di sela-sela persiapan balapan. Para pembalap sebelumnya menjalani sesi trackwalk di Pertamina Mandalika International Circuit untuk mengenali karakter lintasan dan menyusun strategi balap.
Trackwalk Jadi Bekal Para Pembalap
Dalam sesi trackwalk, para pembalap bersama tim masing-masing berjalan menyusuri lintasan Sirkuit Mandalika. Kegiatan ini dilakukan setelah penyelenggara menyelesaikan inspeksi keselamatan lintasan.
Bagi para rider, trackwalk bukan sekadar rutinitas. Mereka bisa merasakan langsung tekstur aspal, melihat titik pengereman, dan memperhitungkan tikungan yang akan dilewati saat balapan nanti.
Inspeksi keselamatan yang rampung menjadi sinyal bahwa sirkuit siap menggelar balapan berstandar internasional. Para pembalap pun bisa lebih fokus mematangkan persiapan teknis.
Melukis Helm, Cara Siswa Dekat dengan Pembalap
Suasana berbeda terlihat di SD Negeri Dua Kuta. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi soal motorsport, tetapi juga menunjukkan kreativitas dengan melukis helm.
Helm-helm hasil lukisan siswa kemudian diserahkan langsung kepada pembalap favorit mereka. Momen ini menjadi jembatan antara dunia balap yang identik dengan kecepatan dan dunia anak-anak yang penuh imajinasi.
Program Rider Goes to School memang dirancang untuk mendekatkan dunia balap dengan masyarakat setempat. Para pelajar di Lombok Tengah diajak mengenal lebih jauh soal otomotif, terutama karena Sirkuit Mandalika berdiri di daerah mereka.
Dampak bagi Generasi Muda Lombok Tengah
Kehadiran Sirkuit Mandalika membawa berkah tersendiri bagi warga sekitar. Selain menjadi tuan rumah ajang internasional, sirkuit ini membuka peluang bagi anak-anak muda untuk bermimpi lebih tinggi di dunia motorsport.
Interaksi langsung dengan pembalap seperti Mario Aji — yang merupakan rider Indonesia — memberikan contoh nyata bahwa atlet lokal bisa bersaing di level global. Pesan soal keselamatan berkendara juga menjadi bekal berharga bagi siswa yang kelak menjadi pengendara.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa gelaran MotoGP bukan hanya soal balapan. Ada nilai edukasi dan inspirasi yang ikut disampaikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Lombok Tengah.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sendiri menjadi momen penting bagi Indonesia di kancah balap internasional. Kehadiran para pembalap di tengah masyarakat menunjukkan bahwa ajang ini punya dampak sosial yang lebih luas, bukan sekadar kompetisi di lintasan.