Pencarian

Bupati Malinau Minta Nakes di Wilayah Terpencil Tetap di Lokasi, Kepala Desa dan Camat Diminta Awasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:47:32 WIB
Bupati Malinau Minta Nakes di Wilayah Terpencil Tetap di Lokasi, Kepala Desa dan Camat Diminta Awasi
Bupati Malinau Wempi W Mawa memimpin rapat virtual bersama camat, kepala puskesmas, dan tenaga kesehatan se-Kabupaten Malinau di Kantor Bupati Malinau.

Bupati Malinau Wempi W Mawa meminta seluruh tenaga kesehatan, khususnya yang bertugas di wilayah terpencil dan terluar, memastikan pelayanan kesehatan terus berjalan dan tetap berada di lokasi penempatan. Permintaan itu disampaikan dalam rapat virtual bersama camat, kepala puskesmas, dan nakes se-Kabupaten Malinau di Kantor Bupati Malinau. Pengawasan keberadaan petugas kini melibatkan kepala desa dan camat di masing-masing wilayah.

MALINAU — Rapat virtual yang digelar di Kantor Bupati Malinau membahas sejumlah persoalan pelayanan kesehatan di daerah pedalaman. Bupati Wempi W Mawa menanyakan langsung kondisi setiap wilayah, mulai dari jumlah nakes, ketersediaan dokter, hingga stok obat yang tersedia di puskesmas.

"Saya perlu informasi ini untuk memastikan keadaan di sana. Saya ingin memastikan semua petugas ada di tempatnya," tegas Wempi saat memimpin rapat tersebut.

Kepala Desa dan Camat Diminta Awasi Keberadaan Nakes

Setiap petugas kesehatan yang hendak meninggalkan lokasi penempatan wajib melapor lebih dulu kepada kepala desa maupun camat untuk mendapatkan rekomendasi. Aturan itu berlaku untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan, tidak terganggu.

Kepala desa dan camat diminta ikut mengawasi keberadaan para petugas di wilayah masing-masing. Wempi menilai pengawasan berlapis ini penting agar tidak ada kekosongan layanan saat warga membutuhkan pertolongan.

Rekrutmen Dokter Kerap Tak Ada Pelamar Bersedia Ditempatkan di Pedalaman

Pemenuhan tenaga dokter di Malinau masih menghadapi kendala. Sejumlah dokter umum juga mengajukan izin untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis, sehingga pemerintah daerah harus menimbang kebutuhan pelayanan sekaligus memberi ruang peningkatan kompetensi.

"Beberapa kali kita membuka rekrutmen, tetapi tidak ada yang mau ditempatkan di daerah kita. Mungkin karena kondisi dan jaraknya yang jauh," kata Wempi.

Soal izin pendidikan dokter spesialis, Wempi menyatakan kebijakan diambil berdasarkan kecukupan tenaga yang ada. "Kalau dokter kita cukup, tentu kita dorong untuk melanjutkan pendidikan. Tetapi kalau dokter kita terbatas, kita harus mempertimbangkan kebutuhan prioritas yang memang dibutuhkan daerah," ujarnya.

Program Desa Sarjana Diarahkan ke Bidang Kedokteran

Untuk jangka panjang, Wempi mendorong kepala desa mengarahkan putra-putri daerah melalui Program Desa Sarjana memilih bidang kesehatan, khususnya kedokteran. Harapannya, generasi muda asal Malinau kembali setelah menyelesaikan pendidikan dan mengisi kebutuhan nakes di berbagai kecamatan, termasuk wilayah terpencil.

"Usahakan dorong putra-putrinya dari setiap desa untuk memilih jurusan kesehatan, secara khusus kedokteran. Suatu saat nanti merekalah yang membantu penempatan di setiap kecamatan," katanya.

Kualitas

Follow www.faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks