KALIMANTAN UTARA — Apple dikabarkan membatalkan produksi iPhone 20 dengan desain all-glass atau kaca penuh. Kabar ini disampaikan analis Jefferies, Edison Lee, dalam laporan riset terbarunya yang turut menurunkan rekomendasi saham Apple dari "buy" menjadi "hold". Lee menyebut pembatalan ini terjadi karena tingkat keberhasilan produksi (yield) yang rendah saat uji coba manufaktur.
"Pembatalan iPhone ulang tahun ke-20 berbahan kaca penuh merupakan kemunduran besar untuk menaikkan harga jual rata-rata (ASP) dan margin Apple dalam jangka menengah," tulis Lee dalam laporannya, dikutip dari Tom's Guide.
Pembatalan ini mempersulit langkah Apple menaikkan harga iPhone untuk menutup kenaikan biaya komponen, terutama memori. Sebelumnya, desain kaca penuh dengan layar melengkung di empat sisi (quad-curved) dan panel belakang keramik dianggap sebagai pembeda utama untuk model termahal.
Alih-alih lompatan desain besar, Lee memperkirakan Apple akan kembali ke tata nama iPhone 19 tahun depan. Model Pro Max disebut bakal mendapat peningkatan RAM dari 12GB menjadi 16GB. Konsekuensinya, harga kemungkinan naik. Estimasi Lee menyebut iPhone Ultra baru bisa dibanderol mulai USD 2.199 (sekitar Rp 36,3 juta) untuk varian 256GB, sementara versi 2TB menyentuh USD 3.099 (sekitar Rp 51,1 juta).
Sebelum batal, iPhone 20 dirumorkan membawa setidaknya delapan peningkatan besar. Desain utamanya adalah layar tanpa bezel dengan lengkungan di empat sisi yang menyatu dengan bodi kaca dan keramik. Model Pro dan Pro Max direncanakan hadir dalam ukuran 6,3 inci dan 6,9 inci.
Di sektor kamera, Apple disebut-sebut menyiapkan sensor utama 200MP untuk menyaingi lini Samsung Galaxy S Ultra. Ada juga wacana penggunaan baterai silikon-karbon yang kini mulai diadopsi kompetitor. Salah satu rumor paling menarik adalah penghapusan grill speaker di bagian bawah. Suara akan dihasilkan lewat "teknologi getaran" yang disalurkan melalui bodi perangkat.
Belum jelas langkah Apple selanjutnya setelah desain ini batal. Laporan dari rantai pasok tidak merinci apakah ada desain alternatif yang sedang disiapkan. Kemungkinan terbesar, iPhone tahun depan hanya akan mengikuti desain iPhone 17 Pro yang diprediksi berlanjut ke iPhone 18 Pro.
Keputusan ini menjadi ujian awal bagi John Ternus yang baru mengambil alih posisi CEO dari Tim Cook. Menghadapi krisis harga memori dan kebutuhan akan desain baru yang revolusioner di tahun ulang tahun ke-20 adalah tugas berat yang akan menentukan arah kepemimpinannya. Bagi pengguna yang menantikan gebrakan desain ala iPhone X, tahun depan mungkin bukan momen yang tepat untuk berharap banyak.