Pencarian

Tujuh Manajer Investasi Siap Terbitkan ETF Emas, BEI Targetkan Peluncuran 10 Agustus 2026

Senin, 10 Agustus 2026 • 10:04:31 WIB
Tujuh Manajer Investasi Siap Terbitkan ETF Emas, BEI Targetkan Peluncuran 10 Agustus 2026
Tujuh manajer investasi bersiap menerbitkan ETF emas di Bursa Efek Indonesia dengan target peluncuran pada 10 Agustus 2026.

KALIMANTAN UTARA — Instrumen anyar ini memungkinkan investor memperoleh eksposur pergerakan harga emas tanpa perlu repot membeli dan menyimpan logam mulia secara fisik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, lima hingga tujuh manajer investasi akan ikut serta dalam gelombang pertama peluncuran pada semester II-2026.

"Proses penerbitan akan memperhatikan aspek pemenuhan regulasi dan perlindungan investor," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam jawaban tertulis konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juli 2026 di Jakarta.

Regulasi dan Infrastruktur Perdagangan Telah Disiapkan

Landasan hukum produk ini tertuang dalam POJK Nomor 2 Tahun 2026 tentang reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek dengan aset yang mendasari berupa emas. Dengan demikian, ETF emas adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa, sama seperti saham.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memastikan regulasi yang mengatur produk ini telah diterbitkan dan mendapat restu MUI. Saat ini, tujuh manajer investasi telah mengajukan perjanjian pendahuluan pencatatan, sebuah tahapan awal sebelum produk resmi melantai di bursa.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menambahkan, kurang dari sepuluh anggota bursa tengah bersiap menerbitkan instrumen serupa. "Nanti diluncurkan di hari ulang tahun pasar modal, 10 Agustus 2026. Mudah-mudahan ya, doain," kata Iding pekan lalu.

Alternatif Investasi Emas Tanpa Biaya Penyimpanan

Kehadiran ETF emas menjawab kebutuhan investor ritel yang selama ini terkendala biaya pembelian emas batangan dan sewa safe deposit box. Melalui mekanisme perdagangan di bursa, investor bisa membeli unit penyertaan dalam jumlah kecil dan menjualnya kapan saja saat jam bursa berlangsung.

Hasan menegaskan, kesiapan infrastruktur dan operasional seluruh pihak yang terlibat menjadi syarat mutlak penerbitan produk ini. OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus mendorong industri pengelolaan investasi untuk merealisasikan ETF emas.

Instrumen ini menggabungkan karakteristik investasi emas yang cenderung stabil sebagai lindung nilai inflasi dengan likuiditas perdagangan di bursa efek. Bagi investor yang ingin diversifikasi portofolio, ETF emas bisa menjadi pelengkap selain saham dan obligasi.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko fluktuasi harga emas global yang dipengaruhi suku bunga acuan Amerika Serikat dan pergerakan dolar AS. Harga emas batangan di dalam negeri juga masih merujuk pada acuan internasional yang diterbitkan lembaga seperti London Bullion Market Association (LBMA).

Peluncuran perdana ini akan menjadi ujian sejauh mana minat pasar terhadap produk investasi berbasis komoditas. Sebelumnya, BEI telah memiliki ETF selain saham seperti ETF obligasi dan ETF indeks syariah, namun ETF emas menjadi yang pertama dengan aset dasar logam mulia.

Follow www.faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: politikindonesia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks