NUNUKAN — Ratusan lembar bendera Merah Putih ukuran 1,20 meter ludes dibeli Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang saat kunjungan kerja di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, baru-baru ini. Pembelian tersebut berlangsung di sela kegiatan pembagian bendera dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Daris, salah seorang pedagang bendera di lokasi, mengaku tidak menyangka dagangannya habis diborong hingga 80 lembar. Padahal, dalam sehari biasanya ia hanya mampu menjual 10 hingga 15 lembar.
"Alhamdulillah, nggak nyangka juga. Tiba-tiba istilahnya keborong banyak, 80 biji," ujar Daris.
Daris menuturkan, omzet penjualan bendera menjelang perayaan kemerdekaan tahun ini jauh dari harapan. Sepinya pembeli sempat membuatnya khawatir dagangan tidak laku terjual.
"Sekarang sepi betul. Sehari-hari laku cuma 10 sampai 15," katanya.
Hal serupa dirasakan pedagang lain, Didi Mashudi. Sekitar 40 bendera dagangannya ikut dibeli dalam kegiatan tersebut. Menurut Didi, pembelian ini sangat membantu perputaran modal usahanya.
"Sangat membantu Pak. Terima kasih," ucap Didi singkat.
Pemborongan bendera ini bukan sekadar transaksi jual beli. Bagi Didi, aksi gubernur menjadi suntikan semangat di tengah lesunya pasar. Ia berharap momen 17 Agustus tetap mampu menggerakkan kesadaran masyarakat untuk turut memasang bendera di lingkungan masing-masing.
"Mudah-mudahan banyak lagi pembeli. Mudah-mudahan masyarakat yang datang ke sini lebih memiliki kesadaran memasang bendera," harapnya.
Di balik kegiatan tersebut, Gubernur Zainal menegaskan bahwa pembagian bendera di Sebatik memiliki makna strategis. Wilayah perbatasan adalah beranda depan Indonesia, sehingga semangat nasionalisme harus terus dipupuk di tengah masyarakat yang tinggal di sana.
"Ini kegiatan kebangsaan di wilayah perbatasan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Harapan kita, khususnya masyarakat perbatasan tetap menjaga persatuan, nasionalisme, kemudian menjaga dengan baik wilayah perbatasan kita," kata Zainal.
Pembagian bendera dilakukan langsung oleh gubernur bersama Bupati Nunukan H. Irwan Sabri beserta jajaran pemerintah daerah. Warga yang menerima tampak antusias, dan bendera tersebut rencananya akan dipasang di rumah, toko, hingga lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Di Pulau Sebatik, perayaan kemerdekaan ke-81 tahun ini menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan dan mengibarkan Merah Putih adalah bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air, terutama bagi mereka yang tinggal di garis terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.