KALIMANTAN UTARA — Bayangan tentang SUV kompak ramah lingkungan biasanya identik dengan desain kalem dan karakter berkendara yang datar. Toyota mematahkan asumsi itu lewat RAV4 GR Sport, varian terbaru generasi keenam yang diracik divisi Gazoo Racing (GR). Dengan suspensi yang diturunkan 0,6 inci, pelek 20 inci, serta body kit lebih lebar, model ini mencoba menggabungkan efisiensi energi dengan sensasi berkendara ala hatchback sporty.
Kami sempat menguji langsung varian ini di jalan bebas hambatan dan sirkuit handling. Hasilnya? SUV ini berlari dari 0-60 mph (0-96 km/jam) dalam 5,1 detik, sedikit lebih cepat dari versi Woodland Edition yang berorientasi off-road. Daya cengkeram lateralnya juga meningkat signifikan menjadi 0,83 g, berkat peredam yang lebih kaku dan perkuatan crossmember suspensi belakang.
Bukan Sekadar Tempel Stiker: Ubahan Serius dari Gazoo Racing
Berbeda dari varian R-Line milik Volkswagen atau Turbo Mazda CX-50, GR Sport mendapat sentuhan teknis yang lebih dalam. Toyota tidak menambah tenaga dari mesin 2.500cc Atkinson-cycle yang sudah menghasilkan 324 hp gabungan, melainkan fokus pada karakter sasis. Stabilizer bar belakang diperkuat dan tuning kemudi dibuat lebih responsif, terutama terasa saat mode Sport diaktifkan.
Sayangnya, unit tes yang kami bawa masih menggunakan ban all-season Bridgestone Turanza EL450. Toyota sebenarnya menyediakan opsi ban performa tinggi musim panas tanpa biaya tambahan. Dengan ban standar, grip sudah terasa baik, tetapi potensi sesungguhnya dari GR Sport baru akan terlihat jika memakai ban yang lebih lengket.
Konsumsi BBM dan Jarak Tempuh Listrik: Angka yang Sulit Ditandingi
Keunggulan utama varian ini justru terletak pada efisiensi. Dalam pengujian kami dengan kecepatan konstan 75 mph (120 km/jam), konsumsi bahan bakar tercatat 42 mpg atau setara 17,8 km/liter. Saat mode listrik murni diaktifkan, mobil ini mampu menempuh 38 mil (61 km) di rute tol yang sama.
Total jarak tempuh gabungan bensin dan listrik mencapai 600 mil (965 km). Artinya, untuk ukuran SUV dengan tenaga di atas 300 hp, angka ini hampir dua kali lipat lebih hemat dibanding kompetitor bensin murni sekelasnya. Baterai 23 kWh dapat diisi penuh melalui charger AC 7 kW dalam beberapa jam di rumah.
Desain Lebih Garang, Interior Masih Terasa Murah
Secara visual, GR Sport tampil paling agresif di antara keluarga RAV4. Fender melebar, cat dua warna, dan spoiler belakang membuatnya terlihat seperti mobil konsep. Sayangnya, kabin belum sepenuhnya mengikuti semangat sporty tersebut. Material dasbor masih didominasi plastik keras, meski sudah ada jok berbahan suede sintetis dengan jahitan merah dan logo GR di beberapa titik.
Layar infotainment berukuran besar mudah dioperasikan, tetapi sentuhan material di area pintu dan konsol tengah masih terasa murahan. Padahal, harga as-tested mencapai USD 51.290 atau sekitar Rp 820 juta. Di kelas harga tersebut, ekspektasi terhadap kualitas material interior tentu lebih tinggi.
Kesimpulan: Aneh tapi Menyenangkan
RAV4 GR Sport mungkin terdengar seperti eksperimen aneh: SUV keluarga dengan DNA balap dan sistem plug-in hybrid. Namun setelah mengendarainya, kami justru berharap pabrikan lain berani melakukan hal serupa. Varian ini membuktikan bahwa mobil ramah lingkungan tidak harus membosankan.
Dengan harga yang nyaris setara SUV premium Eropa, GR Sport jelas bukan untuk semua orang. Tetapi bagi mereka yang menginginkan kepraktisan SUV dengan sensasi berkendara menyenangkan dan biaya operasional rendah, opsi ini layak dipertimbangkan. Sekarang tinggal menunggu apakah Honda berani menjawab tantangan ini dengan CR-V Type R.