Gubernur Kaltara Zainal Paliwang Borong 120 Bendera dari Pedagang di Tarakan, 80 Unit untuk Warga Sebatik

Penulis: Indra Firmansyah  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 00:32:31 WIB
Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang membeli 120 bendera Merah Putih dari pedagang di Tarakan untuk dibagikan kepada warga di Pulau Sebatik.

TARAKAN — Di tengah kesibukan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang menyisihkan waktu untuk mampir ke deretan pedagang bendera di Jalan Mulawarman. Ia memborong puluhan bendera untuk dibawa ke Pulau Sebatik, Nunukan.

Pembelian ini dilakukan saat Gubernur tengah bersiap melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Sebanyak 80 bendera berukuran 1,20 meter dibeli dari pedagang bernama Daris, dan 40 bendera lainnya dari Didi Mashudi.

Pedagang Tak Menyangka Dagangan Langsung Ludes

Daris mengaku tidak menyangka dagangannya habis diborong orang nomor satu di Kalimantan Utara tersebut. Padahal, penjualan bendera dalam beberapa hari terakhir cenderung sepi.

"Alhamdulillah, nggak nyangka juga. Tiba-tiba istilahnya keborong banyak, 80 biji," kata Daris, Jumat (07/08/2026).

Ia mengungkapkan, penjualan normalnya hanya mencapai 10 sampai 15 bendera per hari. Pembelian oleh Gubernur menjadi kejutan yang cukup membantu di tengah lesunya pasar menjelang 17 Agustus.

Harapan di Balik Pembagian Bendera di Perbatasan

Bendera-bendera tersebut kemudian dibagikan langsung oleh Gubernur kepada warga di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan semangat nasionalisme di kawasan beranda terdepan NKRI.

Didampingi Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, Gubernur Zainal menyerahkan bendera satu per satu kepada warga yang ditemui. Warga pun menyambut antusias dan langsung memasangnya di rumah, toko, maupun lingkungan tempat tinggal.

Gubernur menegaskan, momentum kebangsaan ini penting dilakukan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

"Ini kegiatan kebangsaan di wilayah perbatasan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Harapan kita, khususnya masyarakat perbatasan tetap menjaga persatuan, nasionalisme, kemudian menjaga dengan baik wilayah perbatasan kita," ujar Zainal.

Didi: Perhatian Ini Sangat Membantu

Pedagang lainnya, Didi Mashudi, merasakan hal serupa. Sebanyak 40 bendera miliknya ikut diborong Gubernur. Ia bersyukur dagangannya laku di tengah kondisi penjualan yang sedang sepi.

"Sangat membantu Pak. Terima kasih," ungkapnya.

Didi berharap momentum menjelang 17 Agustus dapat meningkatkan penjualan bendera, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk memasang Merah Putih di lingkungan masing-masing.

"Mudah-mudahan banyak lagi pembeli. Mudah-mudahan masyarakat yang datang ke sini lebih memiliki kesadaran memasang bendera, sehingga lebih banyak yang laku," harap Didi.

Bagi masyarakat Pulau Sebatik, kehadiran pemerintah di wilayah perbatasan bukan sekadar kegiatan seremonial. Pembagian bendera menjadi pengingat bahwa mereka memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: juwata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top