Pencarian

Siganak Hibot, Aplikasi Karakter dari SMPN 7 Tarakan Kini Dipakai 94 Sekolah dan Catat 35.000 Data Kebiasaan Siswa

Kamis, 01 Oktober 2026 • 11:01:01 WIB
Siganak Hibot, Aplikasi Karakter dari SMPN 7 Tarakan Kini Dipakai 94 Sekolah dan Catat 35.000 Data Kebiasaan Siswa
Kepala SMPN 7 Tarakan Budi Setyaning menjelaskan gagasan aplikasi Siganak Hibot yang lahir dari pembiasaan harian siswa.

TARAKAN — Dinas Pendidikan Kota Tarakan memperluas penggunaan aplikasi Siganak Hibot ke seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP. Nama aplikasi diambil dari Bahasa Tidung yang bermakna "Si Anak Hebat". Aplikasi ini menyediakan ruang refleksi bagi siswa dan memuat menu utama 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Pengembangan aplikasi berangkat dari praktik pencatatan kebiasaan siswa yang sebelumnya dilakukan manual memakai kertas atau jurnal harian. Cara itu dinilai kurang efisien dari sisi waktu maupun anggaran. Tim sekolah lantas mendigitalisasi proses tersebut agar pemantauan lebih rapi.

Berawal dari Keresahan di SMPN 7 Kota Tarakan

Kepala SMP Negeri 7 Kota Tarakan, Budi Setyaning, menyebut gagasan awal program ini lahir dari keresahan atas lunturnya nilai adab, berkurangnya minat belajar, serta menipisnya kesopanan anak di lingkungan sosial. Pembiasaan harian dirancang untuk menumbuhkan karakter siswa.

"Sebenarnya program ini awalnya kami konsep dari fenomena anak-anak kita yang kurang adab, minat belajar kurang, dan sopan santun yang mulai memudar. Kami mencoba langkah kecil melalui pembiasaan harian," tutur Budi Setyaning, Rabu (30/9/26).

Tradisi senyum, sapa, salam di gerbang sekolah, literasi, ibadah bersama, hingga makan sehat bergizi masuk dalam pembiasaan yang diterapkan tiap hari. Budi menegaskan capaian pendidikan tidak hanya diukur dari sisi akademik.

"Capaian pendidikan itu tidak hanya diukur dari sisi akademik saja, tetapi kita juga harus memperhitungkan pembentukan karakter. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebatas aplikasi, melainkan betul-betul membentuk kebiasaan positif yang dilakukan dengan penuh kesadaran tanpa paksaan. Ketika anak-anak sudah berkesadaran sendiri, maka terbentuklah karakter baik yang kita inginkan," tambahnya.

Dari Jurnal Kertas ke Platform Digital

Staf Tata Usaha sekaligus Staf IT SMP Negeri 7 Kota Tarakan, Riza Lesmana, menceritakan proses transformasi dari pencatatan kertas ke aplikasi. Efisiensi anggaran jadi salah satu pertimbangan, selain tujuan menumbuhkembangkan karakter peserta didik.

"Awalnya kita pakai kertas manual seperti jurnal harian. Dari situ timbul ide untuk menghemat kertas lewat digitalisasi. Selain efisiensi anggaran, aplikasi Siganak Hibot ini bertujuan menumbuhkembangkan karakter peserta didik," jelas Riza Lesmana.

Aplikasi ini tidak sekadar menjadi tempat menginput data harian. Platform tersebut menyediakan ruang refleksi bagi siswa dan dikembangkan bersama Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Tarakan sebagai validator data.

Fitur pendukung sekolah aman juga dipertahankan. Layanan pelaporan rahasia bagi siswa untuk mengadukan potensi bullying atau tindak kekerasan di lingkungan sekolah dengan jaminan kerahasiaan identitas sebelumnya dikenal lewat cikal bakal aplikasi "Lapor Pak".

Alasan Disdik Tarakan Adopsi dan Perluas ke 94 Sekolah

Kepala Disdik Kota Tarakan, Thamrin Toha, menyebut program ini menjawab kendala klasik pihak dinas dalam melakukan pengawasan secara manual. Guru, kepala sekolah, hingga jajaran dinas kini dapat memantau aktivitas siswa secara real-time.

"Ini sebetulnya itu untuk mendukung gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, supaya lebih bisa memantau, memonitor, dan mengevaluasi nanti dari berbagai sekolah. Selama ini kan kita kesulitan kalau secara manual Dinas Pendidikan memantau, kecuali misalnya kalau sekolah itu ada melaporkan ke Dinas Pendidikan," ungkap Thamrin Toha.

Thamrin mengisahkan cikal bakal aplikasi ini memang bermula dari inovasi SMP Negeri 7 melalui aplikasi "Lapor Pak" yang kemudian dimodifikasi dan disesuaikan dengan budaya sekolah aman serta nyaman.

Uji Coba 25 April hingga Implementasi Serentak 14 September 2026

Sosialisasi dan uji coba aplikasi berlangsung pada 25 April 2026. Siganak Hibot kemudian diluncurkan tepat di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, lalu diimplementasikan serentak sejak 14 September 2026.

Hingga kini, 94 sekolah jenjang SD dan SMP di Kota Tarakan telah memakai aplikasi tersebut. Jangkauannya mencakup puluhan ribu siswa dengan lebih dari 35.000 data pencatatan kebiasaan positif yang dihasilkan.

Pengembangan aplikasi sempat menghadapi tantangan teknis berupa lonjakan akses server. Meski demikian, Pemkot Tarakan melalui Disdik terus memperluas jangkauan platform ini ke seluruh satuan pendidikan di kota tersebut.

Follow www.faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks