NUNUKAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menilai posisi Kabupaten Nunukan sebagai beranda terdepan NKRI menjadikan keberagaman budaya di daerah itu aset yang harus terus dijaga. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang saat membuka Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026, Jumat (2/10/2026) malam.
Menurut Paliwang, kegiatan kebudayaan seperti Pekan Kebudayaan Daerah berfungsi sebagai wadah pelestarian dan pengembangan budaya daerah. Ia menilai keberagaman budaya yang hidup di Nunukan merupakan bagian dari identitas sekaligus wajah terdepan Indonesia.
Kebudayaan sebagai Benteng Pertahanan Moral
Paliwang menegaskan posisi kebudayaan tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Baginya, kebudayaan memegang fungsi yang lebih mendasar dalam menjaga identitas bangsa.
"Kebudayaan bukan hanya sekedar tontonan atau hiburan, tetapi kebudayaan adalah benteng pertahanan moral dan identitas bangsa kita", ujar Zainal Arifin Paliwang.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta dan tamu yang menghadiri pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah serta Paras Fest 2026. Kedua agenda tersebut dirangkai dengan peringatan hari ulang tahun ke-27 Kabupaten Nunukan.
Arus Globalisasi di Wilayah Perbatasan
Paliwang menyoroti derasnya arus globalisasi yang membawa pengaruh budaya asing masuk ke wilayah perbatasan. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut upaya berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
"Apalagi di ditengah derasnya arus globalisasi, budaya asing yang melintas batas negara, kita dituntut untuk terus menanamkan akar budaya lokal kepada generasi muda", ucapnya.
Nunukan berada langsung di perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Posisi geografis itu membuat interaksi lintas negara berlangsung setiap hari, termasuk pertukaran pengaruh budaya yang sulit dibendung.
Pelestarian Diminta Tak Berhenti Usai Fest
Gubernur Kaltara mendorong Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan upaya pelestarian budaya terus berjalan melalui berbagai kegiatan kebudayaan. Ia berharap gelaran Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 tidak menjadi titik akhir.
Menurut Paliwang, kegiatan kebudayaan perlu dilanjutkan secara berkelanjutan agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat. Pemerintah kabupaten diminta menjadikan pelestarian budaya sebagai agenda rutin, bukan sekadar perayaan tahunan.
Peringatan HUT ke-27 Nunukan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sejauh mana program kebudayaan berjalan. Keberagaman masyarakat di kabupaten itu dinilai perlu terus dirawat sebagai bagian dari identitas daerah di kawasan perbatasan.