KALIMANTAN UTARA — Dogwoof resmi mengantongi hak penjualan internasional untuk dua film dokumenter yang tengah mencuri perhatian di sirkuit festival, Rapinoe dan Hanging By a Wire. Langkah ini diambil menjelang keikutsertaan perusahaan asal London tersebut di ajang MIPCOM Cannes pekan depan. Selain itu, Dogwoof juga mengumumkan sederet kesepakatan penjualan untuk film dokumenter lainnya ke berbagai stasiun televisi dan platform streaming global.
Dogwoof bergerak cepat mengamankan portofolio dokumenter mereka tahun ini. Perusahaan yang berbasis di London itu telah membeli hak distribusi internasional untuk film Rapinoe, dengan pengecualian wilayah Amerika Utara. Akuisisi ini dilakukan setelah film tersebut membuka program TIFF Docs di Toronto Film Festival bulan lalu.
Kisah Megan Rapinoe di Luar Lapangan
Film Rapinoe disutradarai oleh Rebeca Huntt, yang sebelumnya menggarap Beba. Dokumenter ini melacak perjalanan Megan Rapinoe, atlet sepak bola wanita yang telah memenangkan Piala Dunia dua kali, dari masa kecilnya di keluarga kelas pekerja di Redding, California, hingga namanya mendunia.
Dokumenter ini juga menyoroti peran sentral Rapinoe dalam perjuangan kesetaraan bayaran di dunia olahraga. Penonton akan diajak melihat akses intim ke kehidupan bintang sepak bola tersebut dan keluarganya, termasuk bagaimana ia menghadapi tekanan publik dan masa transisinya keluar dari dunia sepak bola profesional.
Proyek ini diproduksi oleh Story Syndicate dan Noah Media Group, dengan Impact Partners sebagai presenter. Jajaran produsernya meliputi Dan Cogan, Huntt, Zoe Potkin, dan Kate Barry.
Hanging By a Wire: Misi Penyelamatan di Pakistan
Selain Rapinoe, Dogwoof juga mengambil alih penjualan internasional untuk film Hanging By a Wire setelah menangani perilisan teatrikalnya di Inggris. Film ini baru saja diumumkan sebagai perwakilan resmi Pakistan untuk kategori International Feature Film di ajang Oscar 2027.
Disutradarai oleh Mohammed Ali Naqvi, dokumenter yang tayang perdana di Sundance 2026 ini mengisahkan operasi penyelamatan berisiko tinggi terhadap enam anak sekolah dan dua orang dewasa yang terjebak di kereta gantung setinggi 900 kaki di atas jurang di kaki pegunungan Himalaya, Pakistan utara.
Film ini diproduksi oleh Mindhouse Productions milik Louis Theroux, EverWonder Studio, Universal Pictures Content Group, dan 64th Street Media. Paramount+ memegang hak siar di sejumlah wilayah, sementara Dogwoof akan mewakili penjualan di wilayah lainnya. Untuk pasar Amerika Serikat, Abramorama memegang hak penjualan.
Ekspansi Penjualan Dokumenter Lainnya
Menjelang MIPCOM Cannes, Dogwoof juga mengumumkan sejumlah kesepakatan penjualan untuk program dokumenter lainnya. Film Lomu karya Vea Mafile'o dan Gavin Fitzgerald, yang mengangkat kisah mendiang bintang rugby Selandia Baru Jonah Lomu, telah dibeli oleh ITV untuk Inggris, Canal+ untuk Prancis, Madman untuk Australia dan Selandia Baru, Movistar untuk Spanyol, serta RTÉ untuk Irlandia.
Di Selandia Baru, film ini mencatat kesuksesan besar di box office dengan pendapatan mencapai $440.545 dari 28.695 penonton. Angka tersebut menjadi bukti kuatnya daya tarik sosok Jonah Lomu di negara asalnya.
Dogwoof juga mengamankan sejumlah kesepakatan untuk film Knife: The Attempted Murder of Salman Rushdie karya Alex Gibney, yang juga tayang perdana di Sundance 2026. Hak siar film ini telah dibeli oleh ZDF/Arte untuk Jerman dan Prancis, HBO Max untuk Eropa Tengah dan Timur, Madman untuk Australia dan Selandia Baru, Filmin dan Movistar untuk Spanyol, NonStop Entertainment untuk kawasan Nordik dan Baltik, VPRO untuk Belanda, VRT untuk Belgia, serta BBC Arabic untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.
Film ini mengangkat memoar penulis Salman Rushdie untuk menelusuri upaya pembunuhan yang menimpanya dan proses pemulihannya setelah kejadian tersebut.
Langkah Dogwoof ini menegaskan posisi mereka sebagai salah satu pemain kunci dalam distribusi dokumenter internasional, terutama untuk judul-judul yang memiliki nilai berita dan resonansi sosial tinggi di pasar global.