KALIMANTAN UTARA — FIFA menuduh UEFA melancarkan kampanye disinformasi terorganisasi untuk memengaruhi pemilihan presiden FIFA, setelah federasi Eropa itu mengajukan gugatan hukum di pengadilan Amerika Serikat terhadap Gianni Infantino. Konfrontasi terbuka antara dua lembaga sepak bola terbesar dunia ini dipicu rencana rahasia pengalihan hak komersial Piala Dunia senilai 20 miliar dolar yang kini telah ditinggalkan.
Bantahan keras FIFA diajukan di hadapan Pengadilan Distrik Selatan Florida, menentang permintaan pengungkapan bukti yang dilayangkan UEFA. Dalam memorandumnya, FIFA menyatakan bahwa dokumen UEFA memuat banyak pernyataan palsu atau menyesatkan tentang FIFA dan Infantino.
Gugatan UEFA sendiri berkaitan dengan rencana yang kini sudah dibatalkan untuk mengalihkan hak komersial Piala Dunia kepada sebuah perusahaan anak baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Berkas hukum yang dilihat kantor berita Reuters mengungkap para investor akan membayar 4,2 miliar dolar untuk sebuah saham di perusahaan itu, yang menilai perusahaan tersebut sekitar 20 miliar dolar.
UEFA Tuding Infantino Susun Proposal Diam-diam
UEFA menuding penilaian 20 miliar dolar itu secara signifikan meremehkan nilai hak komersial FIFA. Federasi Eropa tersebut juga menyoroti prosesnya yang dinilai tidak melalui lelang terbuka maupun penilaian independen.
Dalam berkas gugatannya, UEFA menuduh Infantino menyusun proposal tersebut secara diam-diam bersama sekelompok kecil penasihat. Langkah itu disebut melewati prosedur tata kelola yang lazim, tanpa berkonsultasi dengan dewan FIFA atau konfederasi benua.
FIFA: Nilai Perusahaan Jauh Melampaui 30 Miliar Dolar
FIFA membela penilaian finansial proyek tersebut dan menyebut UEFA mencampuradukkan antara nilai hak kepemilikan dan nilai perusahaan. Menurut FIFA, penilaian awal hak kepemilikan memang mencapai 20 miliar dolar, tetapi nilai penuh perusahaan jauh melampaui 30 miliar dolar.
FIFA menyatakan angka itu dua kali lipat nilai hak kepemilikan, dan dengan demikian jauh lebih tinggi daripada nilai yang dianggap wajar oleh UEFA.
"Tidak ada dasar sama sekali, sebab UEFA mengklaim bahwa Tuan Infantino berupaya meraih keuntungan pribadi dari proposal perusahaan itu," demikian pernyataan FIFA dalam gugatannya.
FIFA menambahkan bahwa proposal tersebut tunduk pada persetujuan federasi anggota maupun dewan FIFA, dan akan berada di bawah pengawasan kedua pihak. FIFA juga menegaskan klaim UEFA bahwa Infantino melanggar hukum atau prinsip etika apa pun sama sekali tidak berdasar.
Proyek FFE Ditinggalkan Setelah Ditolak Tiga Konfederasi
Dokumen-dokumen mengungkap proyek FFE ditinggalkan sepenuhnya pada Juli lalu. Keputusan itu diambil setelah mendapat penentangan keras dari konfederasi-konfederasi benua, termasuk UEFA sendiri, CONCACAF, dan Konfederasi Asia.
Penolakan tersebut muncul akibat tidak adanya konsultasi, yang kemudian memicu tuntutan untuk mereformasi tata kelola FIFA. Pada pekan lalu, Infantino bergegas meredam krisis dengan mengirim surat kepada seluruh 211 federasi anggota, mengusulkan tinjauan independen atas proses pengambilan keputusan.
Pemilihan di Rabat dan Tudingan Intervensi
Pejabat asal Swiss itu akan mengikuti pemilihan untuk kembali menjabat pada Maret tahun depan. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret di Rabat, Maroko, dan FIFA mengumumkan Infantino akan mencalonkan diri.
Di titik inilah FIFA melontarkan tuduhannya yang paling serius. Dalam penutup memorandumnya kepada pengadilan Amerika, FIFA menyatakan UEFA mengajukan permintaan nomor 1782 beserta tiga permintaan lain yang menyebarkan informasi menyesatkan mengenai Infantino tepat menjelang pemilihan.
"Pengadilan ini seharusnya menolak setiap upaya untuk memengaruhi pemilihan presiden FIFA yang berdasar pada landasan-landasan tersebut," tulis FIFA.