BULUNGAN — Lomba Menyumpit Open se-Kaltara dan Berau digelar di Balai Adat Desa Tengkapak, Kabupaten Bulungan, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Desa Tengkapak.
Pembukaan lomba ditandai dengan pelepasan anak sumpit atau dami ke sasaran oleh Wagub Ingkong. Ia turut ambil bagian dalam sesi ekshibisi menyumpit bersama jajaran tamu undangan.
Enggang Sumpit Club dan Pemdes Tengkapak Jadi Inisiator
Lomba diinisiasi Enggang Sumpit Club Kaltara bekerja sama dengan Pemerintah Desa Tengkapak. Pesertanya adalah komunitas pegiat sumpit dari sejumlah daerah.
Mereka datang dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Kota Tarakan, hingga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Keterlibatan peserta lintas wilayah itu dinilai menunjukkan kebudayaan sebagai ruang pertemuan masyarakat.
Ingkong mengapresiasi kolaborasi penyelenggara dan para pegiat sumpit yang terus menjaga warisan budaya agar tetap dikenal generasi muda.
"Di era modern, kita transformasikan sumpit tidak hanya menjadi lomba tradisional dan prestasi, tetapi juga menjadi alat pemersatu dan media strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Utara kepada Indonesia, bahkan kepada dunia," tegas Ingkong.
Peran Ketua Umum DAD Kaltara di Balik Ajang Ini
Selaku Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kaltara, Ingkong menilai antusiasme peserta dari berbagai daerah sebagai tanda kebudayaan mampu mempererat silaturahmi antargenerasi.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kaltara terus mendukung kegiatan yang mendorong pelestarian nilai-nilai luhur kebudayaan. Pelestarian itu diharapkan berjalan seiring penguatan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.
Pesan Sportivitas untuk Peserta dan Dewan Juri
Menutup sambutannya, Ingkong berpesan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama perlombaan.
Ia juga meminta panitia dan dewan juri memastikan pertandingan berlangsung secara profesional, adil, dan transparan.
Melalui kegiatan tersebut, olahraga tradisional sumpit diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari budaya masyarakat Kaltara. Ajang ini sekaligus menjadi ruang mempererat silaturahmi dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.